PT.MULTIDAYA PRIMA LESTARI - Jual Oli Industri dan Grease

10 Kesalahan Menggunakan Pelumas Pertamina dan Cara Menghindarinya

Author : Trisna 15 Aug 2025 Dilihat: 2 kali

Pelumas Pertamina dikenal luas di berbagai sektor industri karena kualitas dan keandalannya dalam menjaga performa mesin. Namun, meskipun menggunakan pelumas berkualitas tinggi, hasilnya tidak akan optimal jika penggunaannya dilakukan dengan cara yang keliru. Banyak perusahaan atau teknisi di lapangan yang tanpa sadar melakukan kesalahan kecil, tetapi berdampak besar terhadap umur mesin dan efisiensinya.

Artikel ini membahas 10 kesalahan umum saat menggunakan Pelumas Pertamina dan bagaimana cara menghindarinya agar mesin tetap bekerja optimal dan biaya perawatan bisa ditekan.

1. Menggunakan Pelumas yang Tidak Sesuai Spesifikasi Mesin

Kesalahan paling umum adalah memilih pelumas tanpa memperhatikan spesifikasi mesin. Setiap mesin memiliki kebutuhan pelumas yang berbeda, baik dari segi viskositas, aditif, maupun ketahanan terhadap suhu. Menggunakan pelumas yang tidak sesuai dapat menurunkan performa, meningkatkan gesekan, dan mempercepat ausnya komponen.
Solusi: Selalu ikuti rekomendasi spesifikasi pelumas dari produsen mesin dan pastikan pelumas Pertamina yang dipilih sesuai standar tersebut.

2. Tidak Memperhatikan Viskositas Pelumas

Viskositas menentukan seberapa mudah pelumas mengalir di dalam mesin. Jika terlalu kental, pelumas sulit bergerak dan menghambat kinerja mesin. Jika terlalu encer, perlindungan terhadap komponen akan berkurang.
Solusi: Gunakan pelumas Pertamina dengan tingkat viskositas yang direkomendasikan dalam manual mesin, dan perhatikan kode viskositas seperti SAE atau ISO pada kemasan.

3. Melewatkan Jadwal Penggantian Pelumas

Pelumas memiliki masa pakai yang terbatas. Menggunakannya terlalu lama dapat menyebabkan penumpukan kotoran, oksidasi, dan penurunan kualitas pelumasan. Hal ini dapat memicu kerusakan serius pada mesin.
Solusi: Buat jadwal penggantian pelumas yang konsisten sesuai jam operasi mesin atau rekomendasi pabrik, dan catat setiap pergantian.

4. Tidak Memeriksa Kondisi Pelumas Secara Berkala

Banyak teknisi hanya mengganti pelumas saat sudah waktunya, tanpa memeriksa kondisinya terlebih dahulu. Padahal, kontaminasi dari debu, air, atau partikel logam bisa terjadi kapan saja.
Solusi: Lakukan pengecekan rutin terhadap warna, bau, dan kekentalan pelumas. Jika ditemukan perubahan signifikan, lakukan penggantian lebih cepat.

5. Mengabaikan Kebersihan Saat Mengisi Pelumas

Debu dan kotoran yang masuk saat proses pengisian pelumas bisa mengurangi kualitas pelumasan. Dalam jangka panjang, hal ini mempercepat keausan komponen mesin.
Solusi: Pastikan area sekitar titik pengisian pelumas bersih, gunakan corong atau alat bantu yang steril, dan hindari membuka kemasan pelumas terlalu lama di area terbuka.

6. Mencampur Pelumas Berbeda Tanpa Pertimbangan Teknis

Mencampur pelumas dari jenis atau spesifikasi berbeda dapat mengubah karakteristik kimianya, membuatnya kehilangan kemampuan pelindung, bahkan merusak mesin.
Solusi: Hindari mencampur pelumas kecuali mendapat rekomendasi langsung dari teknisi ahli atau pihak produsen pelumas Pertamina.

7. Mengabaikan Suhu Operasi Mesin

Pelumas bekerja optimal pada rentang suhu tertentu. Jika mesin bekerja di suhu yang lebih tinggi dari batas yang dianjurkan, pelumas dapat menguap lebih cepat dan kehilangan sifat pelumasannya.
Solusi: Pantau suhu kerja mesin, gunakan pelumas dengan stabilitas termal yang sesuai, dan pastikan sistem pendingin mesin berfungsi dengan baik.

8. Menggunakan Pelumas yang Sudah Kadaluarsa

Pelumas memiliki umur simpan yang terbatas. Menggunakan pelumas kadaluarsa dapat menyebabkan penurunan performa pelumasan karena degradasi komponen aditif di dalamnya.
Solusi: Periksa tanggal produksi dan masa simpan pada kemasan pelumas Pertamina, serta simpan di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

9. Mengabaikan Pelumasan pada Komponen Tertentu

Beberapa teknisi hanya fokus pada pelumasan komponen utama, sementara komponen kecil seperti bantalan atau gear kecil terlewatkan. Padahal, semua bagian yang bergerak membutuhkan pelumas yang memadai.
Solusi: Buat daftar lengkap komponen yang membutuhkan pelumasan dan pastikan semuanya mendapat perhatian.

Baca jugaMitos vs Fakta: Menggunakan Pelumas Pertamina di Mesin Industri

10. Tidak Mengikuti Panduan dari Produsen Pelumas

Produsen pelumas seperti Pertamina telah menyediakan panduan penggunaan yang detail, mulai dari pemilihan jenis pelumas, cara penyimpanan, hingga interval penggantian. Mengabaikan panduan ini dapat menyebabkan hasil yang kurang optimal.
Solusi: Selalu baca dan ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan atau dokumen teknis pelumas Pertamina.

Kesimpulan

Menggunakan Pelumas Pertamina dengan benar adalah langkah penting untuk menjaga performa mesin, mengurangi downtime, dan menekan biaya perawatan. Kesalahan kecil seperti memilih pelumas yang tidak sesuai atau melewatkan jadwal penggantian bisa berdampak besar pada umur mesin. Dengan memahami kesalahan umum dan cara menghindarinya, pelumas dapat bekerja maksimal sesuai fungsinya.

Pemeliharaan yang baik bukan hanya soal menggunakan produk berkualitas, tetapi juga bagaimana produk tersebut diaplikasikan secara tepat. Mesin yang dirawat dengan benar akan bekerja lebih lama, lebih efisien, dan membantu operasional bisnis berjalan lancar.